PERAWATAN JENAZAH; TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN MORAL


      Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh

Kullu nafsin dzaiqatul maut. Setiap manusia pasti mesakan kematian karena kematian merupakan titik permulaan kepada kehidupan yang abadi. kapan, dimana, dan bagaimana adalah rahasia Allah.

 

Kita lahir, kita tumbuh, kita tua, kita mati. Hanya mukmin yang dipangil menghadap Tuhannya dengan hati bersih yang memperoleh kejayaan. Itu sebabnya kita selalu berdoa kepada Allah untuk di wafatkan dalam keadaan Husnul Khatimah.

Ada yang meninggal ada yang dilahirkan. Ada yang pergi, ada yang dating. Begitulah siklus kehidupan

 

      Dari Abu Hurairah r a. berkata Bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada enam perkara: Apabila engkau berjumpa dengannya, sampaikanlah salam; apabila ia mengundangmu, maka penuhilah undangannya; apabila ia minta nasihat, berilah ia nasihat; apabila ia bersin dan mengucapkan “al-Hamdulillah”, ‘ maka jawablah dengan “Yarhamukallah”, apabila ia sakit, maka jenguklah; dan apabila ia mati, antarkan jenazahnya.” (HR. Muslim)

hukum mengurus jenazah adalah fardhu kifayah, meski bukan fardhu ‘ain kita tidak boleh juga hanya berlepas tangan dan menggantungkan kepada orang lain atau Rukun kematian, sapa tahu kelak ketika kita merantau tiada satupun yang faham, minimal kita dapat mewakili masyarakat tersebut menunaikan kewajiban terhadap jenazah. Contoh jika ada jenazah tidak diterima di suatu kaum dengan alasan tertentu, atau ada jenazah tidak dikenal sedangkan ia diketahui sebagai seorang Muslim, maka wajib bagi kita mengurus jenazah tersebut. Jika tidak maka seluruh orang di kampung tersebut berdosa. Semisal mayat tersebut dibuang atau dibiarkan, tidak masalah buat si mayit karena urusannya di dunia sudah selesai, namun jika yang hidup tidak melaksanakan kewajibannya maka ia telah zhalim karena sdh mengabaikan hak sesama, meskipun jenazah itu akan saking ditolaknya kemudian dibuang dipinggir jalan secara kesehatan juga ada madharatnya  karena ketia ia membusuk menimbulkan bau tidak sedap dan menumbuhkan bakteri sehingga dapat menimbulkan penyakit. Itu sebabnya dalam hal apapun, sebesar apapun dosa si mayit Islam tetap mengajarkan kesetaraan hak untuk tetap dirawat jenazahnya. Betapa mulianya Islam memperlakukan manusia.

 

         ADA 4 KEWAJIBAN MUSLIM TERHADAP JENAZAH, YAKNI:

Memandikan

Airnya suci mensucikan

Ada anggota tubuhnya walau sedikit

Meninggalnya bukan karena mati syahid

Orang yang berhak memandikan adalah mahramnya yakni angggota keluarga/berjenis kelamin sama yang memahami tata cara memandikan jenazah, berama Islam, dan dapat menjaga aib jenazah

 

Mengkafankan

Kain kafan diambilkan dari harta jenazah/lembaga sosial. Seperti tradisi beberapa daerah di Indonesia karena menjaga kehati-hatian tentang kehalalan hartanya kafan bagi jenazah mampu maupun tidak mampu diambilkan dari lembaga sosial/sumbangan masyarakat melalui Rukun Kematian.

Kain kafan minimal satu lapis untuk menutupi seluruh tubuh

Kain kafan berbahan kain sederhana (tidak berlebihan)

 

Menshalatkan

Beragama Islam

Suci dari hadats besar dan kecil

Menghadap kiblat

Jenazah sudah dimandikan dan dikafankan

 

Menguburkan

Jenazah dikuburkan setelah dimandikan, dikafani, dan dishalatkan

Disunahkan menyegerakan pemakaman

Sebelum jenazah diberangkatkan keluarga memohonkan maaf dan penyelesaian hutang

Orang yang mengantar jenazah meratap, berteriak-teriak, dan membuat keributan

 

     Hanya soal waktu saja bagi siapapun yang memiliki kehidupan untuk sampai pada kematian. Bagi yang meninggal, ia akan menghadapai alam baru, meninggalkan alam dunia menuju alam kubur yang disana siap menunggu malaikat Munkar dan Nakir yang menanyai setiap amalan kita di dunia. Bagi yang ditinggalkan, umumnya kematian akan menimbulkan rasa duka yang cukup mendalam

 

Sedih karena ditinggal mati merupakan hal yang wajar bagi manusia. Islam memandang boleh saja bagi seseorang untuk menunjukkan rasa berkabung dan sedih. Bahkan Rasulullah pun kedapatan meneteskan air mata saat menghadiri pemakaman putri beliau.

 

Namun demikian tidak diperkenankan berlebih-lebihan seolah-olah tidak menerima takdir Allah. Kita tidak boleh bersikap seperti orang-orang jahiliyah yang melakukan niyahah, menjerit-jerit memanggil si mayit, mempertanyakan kematiannya, bagaimana ia akan melanjutkan hidup, meraung-raung, menampar pipi, merobek baju, dan memotong-motong rambut, karena perilaku yang Nampak seperti tidak ikhlas. Berkabunglah sewajarnya!

 

      Ketika kita mendengar kabar sanak saudara ucapkan Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un, jangan heran jika ada beberapa yang mengucapkan Alhamdulillah karena sesuangguhnya ia hanya kiasan bahwa tugasnya sebagai manusia telah tuntas, bukan bersyukur diatas musibah orang lain.

 

Disunahkan berkunjung ke keluarga sebelum dimakamkan agar bisa membantu mempersiapkan jenazah, jaga adab selam takziyah dengan mengurangi pembicaraan, banyak berdoa, membaca kalimat thayibah, menghibur keluarga yang ditinggalkan, dan mengenang cerita yang baik dari jenazah.

Jangan merepotkan yang sedang berkabung untuk menyediakan makanan, ringankan bebannya dengan membawa makanan yang telah matang untuk disajikan kepada yang mengurus jenazah atau orang yang sedang takziyah, sebagian masyarakat juga beramai-ramai bersedekah belanja dan memasak bersama bukan bermaksud bersuka cita, hanya tradisi yang baik untuk menghormati tamu dan meringankan beban ahli mayit, ada juga yang memiliki tradisi memberi uang shalawat untuk membantu ahli mayit melunasi hutang jika ia punya dan sebagai uang saku melanjutkan hidup. Sepanjang niat baiknya sejalan dengan syariat ia dihukumi boleh, meskipun jika seandainya menurut pandangan kita tidak  dicontohkan Nabi. biarlah Allah yang mencatatnya sebagai amal shalih  atas niat baiknya.

 

Ziarah Kubur

Berkunjung kepada ahli kubur dengan tujuan mendoakannya dan mengambil hikmah kematian, jangan lupa membaca:

 

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُون

 

Menjaga adab ziarah kubur; berlaku tidak sopan kepada ahli kubur, seperti menginjak2 makam, gaduh, berlaku syirik dengan meminta kepada mayit, dsb.

 

Perbanyak mendoakan ahli kubur dengan membaca kalimat thayibah, yasin, tahlil atau apa saja untuk memohonkan ampunan kepada Allah bagi ahli kubur dan mohon diberi kekuatan dalam beribadah sebelum diwafatkan Allah. Jangan malah disibukkan dengan berfoto dan update medsos sehingga hilang makna taqarrub ilallah.

 

Lebih lengkapnya akan disajikan di video tersendiri

 

     Demikian pemaparan materi pengurusan jenazah kali ini. Jika ada pertanyaan, silahkan diskusikan dengan Bapak Ibu Guru, boleh-boleh saja mengakses informasi yang lain sebagai bahan perbandingan, namun jangan lupa untuk selalu mentashihnya kepada Bapak Ibu Guru di sekolah. Semoga bermanfaat. Wal’afwu minkum ihdinash shiraatal mustakim. Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakattuh


    unduh video pembelajaran Kelas XI Semester 1 tentang Perawatan Jenazah:

     Pelaksanaan Jenazah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar