DUKUNGAN PSIKOSOSIAL BAGI GURU DAN SISWA TANGGUH
Belajar dari rumah memang terlihat menggoda, tidak perlu seragam, bisa absen kapan saja, mengerjakan tugas dimana saja, tidak perlu uang saku ke kantin, ortu tidak disibukkan membuat bekal, tidak diburu-buru mengantar ke sekolah atau pesan ojek online, namun ada hal yang tak bisa terlepas ketika pembelajaran pun harus shifting karena pandemi covid-19, dari yang biasanya fokus bekerja sekarang sebelum berangkat kerja harus memastikan anak mengerjakan tugas sekolah, memastikan paket data/ wi-fi aman, pulang kerja juga harus mengontrol aktivitas siswa hari ini, menemani belajar, dan lain sebagainya.
Guru juga demikian, dari yang biasanya hanya fokus mengajar di sekolah harus multitasking, mengajar di rumah, bersamaan dengan itu harus mengurus rumah, mengurus anak, membuat media pembelajaran bercampur hiruk pikuk tangis anak, menjadi guru pengganti bagi anak-anaknya, dan lain sebagainya.
Siswa juga demikian, dari yang biasanya bersuka cita ke sekolah, bisa nongkrong mengerjakan tugas kelompok bersama teman di luar rumah, menjadi terbatas aktivitasnya, dan hanya sesekali bertemu secara virtual, hal tersebut tentu saja rawan menimbulkan konflik batin, stres, dan kelalahan. Badan yang diforsir, mata yang terus menerus menatap layar ponsel maupun komputer, rawan radiasi, badan kurang bergerak, makan tidak teratur akan menimbulkan dampak luar biasa ke depan jika dilakukan terus menerus. belajar dari rumah memamng sebuah alternatif bagus, kita menjadi lebih semangat belajar kompetensi baru untuk emndukung program pemerintah belajar dan bekerja dari rumah, namun secara afektif tugas guru tak dapat digantikan oleh robot.
Karena itu bahu membahu pemerintah, civitas akademika Universitas Indonesia khususnya fakultas psikologi, bersama wahana visi indonesia meluncurkan buku saku untuk membantu para siswa, orang tua, dan guru dalam mengelola stres selama penutupan sekolah.
New normal, new spirit, new competence.
Mari kita dukung upaya pemerintah melawan covid-19 dengan membatasi aktivitas di luar dan belajar bersungguh-sungguh di rumah.
Unduh Buku Saku mendukung Pesikososial Bagi Guru dan Siswa Tangguh
Beratnya tugas orang tua sepanjang pandemi juga tidak bisa diremehkan. hari-hari sudah dipusingkan untuk memutar otak agar dapur tetap mengebul sekarang tugasnya ditambah menjadi Guru bagi anak-anaknya yang belajar di rumah, kebutuhan menjadi membengkak, karena semua orang berkumpul dan beraktivitas di rumah, gaji tidak tentu, korban PHK, bisnis loyo, project jadi sepi, dan hal tidak terduga lainnya. Belum lagi jika tidak memiliki kemampuan dan waktu dalam mengawasi anak setiap hari tentu lambat laun akan menimbulkan konflik tersendiri. hal tersebut harus segera diantisipasi dan diatasi sebagai wujud kehadiran negara dalam mewujudkan keluarga harmonis untuk mewujudkan generasi masa depan yang berpikiran positif, jika ia hidup di tenagh keluarga yang penuh kasih sayang, ia akan tumbuh menjadi pribadi yang penuh kasih dan dapat membaginya ke orang lain, sehingga tidak mungkin akan tercipta keharmonisan dan keselarasan dalam interaksi sosial.
Unduh buku saku Menjadi Orang Tua Tangguh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar