Mengenal Allah melalui Asmaul Husna


MENGENAL ALLAH MELALUI 

ASMA'UL HUSNA

Hai, hai, hai! Assalamu’alaikum wr, wb

Berjumpa lagi di hari yang menyenangkan—saya Izza Auwaliha—dari SMA negeri 16 Samarinda akan menemani kalian semua belajar tentang mengenal keagungan Allah melalui Asma’ul Husna.

Apa itu asma’ul Husna dan benarkah Allah itu bisa dibuktikan keberadaannya?

Mari kita cermati materi berikut ini! Video Asma'ul Husna

Tujuan mempelajari Asmaul Husna agar peserta didik dapat menganalisis dan menyajikan hubungan makna al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-Matin, al-Jami’, al-‘Adl, dan al-Akhir,  untuk kemudian menginspirasi perilaku kesehariannya dengan sikap  teguh pendirian, memberi rasa aman kepada sesama, disiplin, tanggung jawab , teliti, rasa ingin tahu, mandiri dan adil sebagai implementasi pemahaman al-Asmau al-Husna:

Apa saja yang akan kita lakukan? Tentu saja mengupgrade materi agar lebih faham tentang asmaul husna—

Kemudian kalian bisa mengetahui seberapa jauh tentang pembahasan ini dengan klik evaluasi

Jika tidak puas dengan hasilnya kalian bisa klik remedial dan jika kalian ingin memberi tantangan kepada diri sendiri kalian bisa klik pengayaan

Sebelum mengawali aktifitas marilah kita membaca basmalah “bismillahirrahmaanirrahiim”

Jangan lupa menulis lafadz basmalah dan shalawat dalam buku catatan, karena sepanjang tulisan tersebut belum hilang--- keberkahan dan kebaikannya akan mengalir kepada kita. Semoga dengan washilah tersebut kita menjadi pelajar yang malu ketika berbuat maksiyat kepada Allah. Aamiin

Sebagai orang yang beragama Islam tentu konsekuensi beriman mutlak hanya kepada Allah merupakan fondasi utama.

Dimana iman berarti membenarkan dengan sepenuh hati, diucapkan oleh lisan dan diwujudkan dalam perbuatan seluruh anggota badan

Pembuktian tentang adanya Allah ini terdapat dalam dalil naqli dan aqli. Dalil naqli adalah fakta yang tertuang di dalam kitab suci, jika dalam Al-Qur'an termaktub pada  Q.S. Al-Baqarah: 177 dan hadits jibril tentang rukun iman.

Sedangkan dalil aqli adalah fakta atau dasar yang mendasarkan pada qli yakni kemampuan akal untuk membuktikan sesuatu, bahkan ada beberapa pemikir yang secara khusus meluangkan waktu melakukan riset tentang alam metafisika,  alam semesta, proses penciptaan manusia demi membuktikan kebenaran fakta-fakta yang tertuang di dalam Al-Qur’an dan menganggapnya sebagai ilmu pengetahuan. Luar biasa ya kemampuan akal, itu sebabnya tetap harus direm dengan iman

Sehingga ketika kita mulai ragu dengan keberadaan Allah maka sesungguhnya Allah sesuai dengan prasangka hambanya, dan jika kita penasaran tentang Allah maka lihatlah sekeliling dan makhluk-makhluk yang telah diciptakan Allah

Pengertian Asmaul Husna

Apa itu Asma’ul Husna dan benarkah Allah itu bisa dibuktikan keberadaannya?

Mari kita cermati materi berikut ini! https://youtu.be/GMYoOMK3Jk0

Secara Bahasa; Asmaul Husna diambil dari Bahasa arab yang berarti nama yang baik

Sedangkan secara istilah diartikan nama-nama yang baik lagi indah, dimiliki Allah,  sebagai  bukti keagungan-Nya

Jadi Asmaul Husna merupakan cara Allah memperkenalkan sifat-sifat Nya kepada seluruh makhluk agar manusia bisa mengenal kemudian memanggil dan mengingat nama-nama yang yang melekat pada Dzat Allah tersebut--- itu sebabnya wajib bagi kita untuk berdoa dengan wasilah Asma’ul Husna agar kita dapat selalu mengingat Allah dan menjadi dekat dengan-Nya, InsyaAllah memudahkan segala urusan yang kita hadapi.

وَللهِ اْلاَسْمَآءُ الْحُسْنٰى فَادْعُوْهُ بِهَاۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْ اَسْمَآىِٕهٖۗ سَيُجْزَوْنَ مَاكَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ﴿الاعراف: ١٨٠﴾

Terjemah : “dan Allah memiliki Asmā'ul ḥusnā maka bermohonlah kepadanya dengan menyebut Asmā'ul ḥusnā itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalah artikan nama-namanya. Mereka kelak akan mendaptkan balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’rāf/7: 180)

 

Beberapa Asma’ Allah yang kita pelajari adalah

Al-Mukmin; Maha Pemberi rasa Aman (Q.S. Al-Hasy: 23)

Al-’Adl; Maha Adil (Q.S.  An-Nahl: 90 dan Q.S. Al-An’am: 115)

Al-Kariim ; Maha Mulia/ Maha Pemurah (Q.S. An-Naml: 40)

Al-Wakiil; Maha Memelihara (Q.S. An-Nisa’: 81 dan Q.S. Al-Muzammil: 9)

Al-Matiin; Maha Kokoh (Q.S. Adz-dzariyat: 58)

Al-Akhiir; Maha Kekal  (Q.S. Al-Hadid: 3)-

Al-Jami’; Yang Maha Menghimpun (Q.S. Ali Imran: 9 )-

Para ulama ahli kalam yang mempelajari Ushuluddin dan ada yang menyebut ulama’ teologi, mensifati Allah dan megnkategorikannya ke dalam sifat nafsiyah, sifat salbiyah, sifat ma’ani, dan sifat ma’nawiyah yang kita ketahui sebagai Sifat Wajib  yang berjumlah 20, Sifat Mustahil yang berjumlah 20, dan Sifat Jaiz.

Siapa yang memberi rizki, makan, kemampuan orang-orang yang lemah, para yatim piatu sejak lahir, para korban PHK yang merantau tanpa sanak saudara, para pedagang yang tidak laku setiap hari? Siapa yang menjamin hidup mereka sehari-hari? Allah! Kok bisa?! Dari mana? Rizki Alah dititipkan ke dalam hati orang-orang yang penuh kasih dengan cara Allah menggerakkan hati mereka untuk menolong. Rizki mereka kaum lemah dititipkan Allah kepada orang lain, itu sebabnya dalam sebagaian amanah harta yang diberi Allah, ada hak mereka. Kasihi mereka sebagaimana Allah mengasihi kita ketika kita kecewa, ketika kita diberi kesehatan dan namun masih bisa bekerja, ketika kita diberi semangat menuntut ilmu, dan ketika kita dimudahkan Allah melangkahkan kaki ke masjid, betapa itu bentuk keberuntungan kita, bahwa Allah ingin melihat kita di surga. 

Siapa yang memberi makanan kepada hewan-hewan? Tumbuh-tumbuhan? Menjaga rantai makanan? Allah tidak pernah sekalipun melupakan makhluk ciptaan-Nya, ia ciptakan hujan yang turun dari langit ke bumi membawa nutrisi-nutrisi yang diserap akar pohon, yang mengalir ke sungai-sungai yang ditinggali manusia untuk digunakan sebagai bahan makanan-minuman, irigasi, membersihkan diri, Allah buat air itu mengalir bermuara dan berkumpul di laut untuk menambah volume air agak tidak dangkal kemudian memberi ruang pada makhluk yang ada di lautan makanan, tanpa satu pun terlewat. Itulah bukti Allah Maha Pemurah (Al-Kariim) dan Maha Memelihara seluruh makhluk (Al-Wakiil). Masihkah kita tidak semangat menjemput kebaikan setiap hari?

Yang menjaga tanaman tetap tumbuh? Yang menjamin ketersediaan rantai makanan, ekosistem bumi dan laut kita?

Siapa yang menjaga kita tidur? Saipa yang menjamin tidak ada orang yang akan menyakiti kita ketika tidur? Siapa yang menjamin kita bangun keesokan harinya?

Siapa yang menjaga harta kita ketika kita pergi? Siapa yang memberi kemampuan untuk membeli?

Siapa yang memberi kita rasa sakit, rasa kecewa, rasa berduka, kemudian menyembuhkannya?

Itu adalah bukti bahwa Allah mengawasi kita setiap saat sekaligus memberi rasa aman (Allah Al-Mukmin)

Bahwa Allah Al-Jami’ Maha Mengumpulkan untuk meminta pertanggung jawaban kita di hari kiamat saat seluruh mahkluk mati hanya Allah yang Al-Akhiir, Al-Matiin. Semoga Allah senantiasa menjaga rasa cinta kasihnya dan tidak berpaling dari kita. Aamiin

Bagaimana cara kita men-charger iman kita kepada Allah, jika kemarin shalat masih karena manusia, masih bolong-bolong, tetap istiqamah menjalankannya--- karena semakin naik kuantitas pelaksanaannya kelak engkau akan haus dan mengejar kualitas dan nikmatnya berjumpa dengan Allah setiap shalat dan akan menambah kekhusyu’an kalian. Selain shalat dan puasa yang perhitungannya langsung dengan Allah, jangan lupa memberi supplement rohani dengan dzikir dan wirid seperti “subhaanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah Allahu Akbar wala Haula walaa quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘adzim,” sebagai taqarrub perantara dekat dengan Allah, bersedekah dan menjamin orang-orang terdekat aman dari lisan dan perbuatan kita adalah pembuktian kita berlari menuju Allah.

Seperti maqalah Imam Syafi’I “Demi Allah, hidupnya pemuda itu dengan ilmu dan takwa, jika keduanya tidak ada, maka keberadaannya tidak dianggap ada” na’udzubillahi min dzalik.

Alhamdulillah Demikianlah materi yang kita pelajari kali ini. semoga bermanfaat. Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar